Minggu, 07 April 2013

Permainan Rounders

  1. Pendahuluan
Permainan rounders adalah salah satu permainan yang menggunakan bola kecil. Rounders dapat dimainkan oleh kaum laki-laki maupun wanita, atau juga bisa campuran dari keduanya. Permainan ini sangat membutuhkan kerja sama dan kekompakkan para pemain. Aturan-aturan yang ada dalam permainan ini, hampir sama dengan permainan kasti atau permainan kipers.

  1. Prasarana dan Sarana






1. Bentuk Lapangan rounders berbentuk segi lima seperti gambar diatas, panjang sisi lapangan 15 meter.
2.   Base atau tiang hinggap  terdiri atas lima base dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Tempat pelambung atau pitcher plate berukuran 40 cm x 80 cm.
3.      Kayu pemukul berukuran panjang maksimal 1 meter, garis tengah kayu pemukul 7 cm.
4.      Bola terbuat dari karet dengan bagian dalam terbuat dari serabut kelapa dengan berat 80 – 100 gram, kelilingnya kurang lebih 19 – 22 cm. atau bisa dikatakan lebih besar dan lebih berat dari bola yang digunakan dalam permainan kasti.

  1. Cara Bermain
1.      Permainan rounders dimainkan oleh 2 regu, dimana tiap regu terdiri atas 12 pemain dengan 6 pemain cadangan.
2.      Sebelum permainan dimulai, dilakukan undian.  Regu yang memenangkan undian berhak memilih menjadi regu pemukul atau regu jaga.
3.      Pemukul diberi kesempatan memukul sebanyak 3 kali, jika pukulan pertama atau kedua baik, ia harus lari menuju base. 
4.      Urutan memukul sesuai dengan nomor yang telah ditentukan.
5.      Pemukul di belakangnya tidak boleh mendahului pemukul di depannya.
6.      Setiap base hanya boleh diisi oleh satu pemain saja.
7.      Setiap  regu pemukul berpindah base, regu jaga boleh mematikan.
8.      Lama permainan 3 Inning. Inning adalah satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu penjaga.
9.      Pergantian bebas
·         Regu pemukul telah enam kali melakukan kesalahan
·         Regu pemukul tersentuh oleh regu penjaga
·         Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak lima kali hasil pukulan regu pemukul
·         Kayu pemukul keluar dari garis pemukul dan membahayakan pemain regu penjaga.
10.  Cara mendapatkan nilai/angka :
a.       Regu Pemukul
·         Setiap base yang dilewati pemain mendapat angka 1.
·         Jika dibakar atau terkena tik tidak mendapat nilai pada base itu.
·         Pemain akan mendapat nilai 1 apabila masuk ke ruang bebas atau base ke lima tanpa membuat kesalahan atau dimatikan lawan.
·         Jika dapat kembali ke ruang bebas/tunggu dengan pukulan sendiri dan setiap base selamat maka akan mendapat angka 6.

b.      Regu Penjaga
Regu penjaga mendapat nilai 1 apabila berhasil menangkap bola.

  1. Teknik bermain Rounders
Ada tiga teknik bermain rounders, yaitu : melempar, menangkap, dan memukul bola.
1.      Teknik melempar bola.
Dalam bermain rounders, pemain harus dapat menguasai teknik melempar bola dengan baik.
a.       Melempar bola melambung.
Gerakannya
Berdiri santai, satu tangan memegang bola, Posisi badan ke arah sasaran lemparan, Mata memandang ke arah sasaran lemparan, Langkahkan satu kaki ke depan, Lempar bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati samping kepala, Lemparkan bola hingga melambung.
b.      Melempar bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
Berdiri santai, satu tangan memegang bola, Posisi badan seorang ke arah sasaran lemparan, Mata memandang ke arah sasaran lemparan, Langkahkan satu kaki ke depan, Lempar bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati samping kepala, Lemparkan bola mendatar setinggi dada.

2.      Teknik menangkap bola.
Menangkap bola dapat dilakukan dengan kedua tangan atau satu tangan. Teknik menangkap bola disesuaikan dengan arah datangnya bola, seperti melambung, mendatar, atau menyusur tanah.
a.       Menangkap bola melambung.
Gerakannya
Badan berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan, Letakkan kedua telapak tangan saling berhadapan, dengan kedua lengan lurus ke atas, Lihat arah datangnya bola, Berlarilah sesuai dengan gerakan bola, Tangkap bola.
b.      Menangkap bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
Badan berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan, Letakkan kedua telapak tangan di depan dada saling berhadapan, Lihat arah datangnya bola, Ketika menangkap bola, kedua tangan ditarik ke arah dada.
c.       Menangkap bola menyusur tanah.
Gerakannya
Langkahkan kaki kiri ke depan, Lutut kaki kiri ditekuk, lutut kaki kanan menempel di tanah, Kedua telapak tangan saling berhadapan dan berada di depan lutut kaki kanan, Lihat arah datangnya bola. Ketika bola datang, tangkap bola tersebut.

3.      Teknik memukul bola.
Dalam permainan rounders, pemain harus dapat memukul bola. Teknik memukul bola ada dua cara, yaitu teknik pukulan melambung dan teknik pukulan mendatar.
a.       Pukulan melambung.
Gerakannya
Posisi kedua kaki terbuka, Salah satu tangan memegang kayu pemukul dan tangan yang lain meminta bola melambung, Kemudian pegang kayu pemukul dengan kedua tangan, Badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat berada di arah yang berlawanan dengan posisi badan, Ketika bolanya datang pukul bola sekuat-kuatnya, Hasil pukulan diharapkan dapat melambung juga.
b.      Pukulan mendatar.
Gerakannya 
Posisi kedua kaki terbuka, Salah satu tangan memegang kayu pemukul, Tangan yang lain meminta bola mendatar, Kemudian, pegang kayu pemukul dengan kedua tangan, Posisi badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat berada di arah yang berlawanan dengan posisi badan, Ketika bola datang pukul bola sekuat-kuatnya, Ayunan kayu pemukul secara mendatar agar setelah dipukul bola bergerak mendatar juga.

Jumat, 04 Januari 2013

Analisa Lari Estafet


ANALISA LARI ESTAFET

1.      Pengertian Umum
Lari estafet atau lari sambung adalah salah satu nomor lari yang dilombakan dalam perlombaan atletik yang dilakukan secara bersambung dan bergantian membawa tongkat estafet dari garis start sampai garis finish secepat mungkin. Panjang tongkat estafet 29,21 cm, berdiameter 3,81 cm (dewasa) dan 2,54 cm (anak-anak). Lari estafet atau dalam bahasa asing disebut relay running dilakukan oleh 4 (empat) orang pelari diawali dengan start jongkok oleh pelari pertama (I), dan start berdiri atau melayang oleh pelari kedua (II), ketiga (III), dan keempat (IV). Pelari pertama akan membawa tongkat estafet dan kemudian harus diserahkan kepada pelari kedua di daerah pergantian. Begitu seterusnya hingga tongkat sampai di pelari keempat untuk dibawa sampai ke garis finish.
Dalam perlombaan lari estafet ada 2 (dua) jarak atau panjang rute yang sering diperlombakan baik untuk putra maupun putri yaitu 4×100 meter dan 4×400 meter. Agar dapat memenangi suatu perlombaan lari estafet tidak hanya teknik saja yang diperlukan, tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di daerah pergantian, serta penyesuaian jarak dan kecepatan yang tepat dari setiap pelari merupakan faktor lain yang menentukan kemenangan.
2.      Teknik Lari Estafet
Pada perlombaan lari estafet biasanya terdapat 4 (empat) pelari dalam satu regu. Keberhasilan yang akan dicapai oleh setiap tim sangat ditentukan pada saat pergantian tongkat estafet. Suatu tim diharuskan memiliki pelari-pelari tercepat dan mampu melakukan pergantian tongkat estafet dengan sempurna. Adapun teknik-teknik yang harus diperhatikan, yaitu :
a.      Teknik Awalan (Start)
Gerak awalan (Start) dari garis start dilakukan oleh pelari pertama biasanya menggunakan start jongkok dengan membawa tongkat estafet, boleh dibawa dengan tangan kanan maupun tangan kiri, setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat, dan setengah bagian lainnya akan dipegang oleh penerima tongkat berikutnya. Bagi pelari pertama tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.
Pada pelari kedua, ketiga, dan keempat biasanya menggunakan start melayang atau berdiri.
b.      Teknik Pergantian Tongkat Estafet
Terdapat 2 (dua) teknik pergantian tongkat estafet yang biasa dilakukan, yaitu :
1)      Pergantian tongkat dengan cara melihat (Visual), merupakan cara pelari menerima tongkat estafet dengan melihat ke belakang (pemberi tongkat estafet).
2)      Pergantian tongkat dengan cara tanpa melihat (Non Visual), merupakan cara pelari menerima tongkat estafet tanpa melihat ke belakang (pemberi tongkat estafet).
Pergantian tongkat estafet harus berlangsung di dalam daerah pergantian yang panjangnya 20 meter. Pergantian tongkat estafet yang terjadi diluar daerah pergantian akan terkena Diskualifikasi .
c.        Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat
1)      Dari bawah jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan, maka penerima menggunakan tangan kiri. Ketika akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara posisi tangan penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan menghadap ke bawah, ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.

2)      Dari atas jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri, maka penerima juga menggunakan tangan kiri.

3.      Hal-hal yang Harus Diperhatikan Pada Lari Estafet
a.       Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 memegang tongkat pada tangan kiri.
b.      Penenmpatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tingkungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan dan kecepatan yang baik.
c.       Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan.
d.      Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

4.      Peraturan Perlombaan
a.       Daerah pergantian tongkat estafet memiliki panjang : 20 m, lebar : 1,2 m, dan bagi pelari estafet 4 × 100 m ditambah 10 m panjang pra-zona. Pra-zona merupakan suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi pergantian tongkat.
b.      Lari estafet hanya membutuhkan 4 (empat) orang pelari untuk melakukan perlombaan. Jarak tempuh lari estafet ada 2 (dua), yaitu :
3)      Lari estafet 4 × 100 m (Putra/Putri).
4)      Lari estafet 4 × 400 m (Putra/Putri).
c.       Teknik menerima tongkat estafet ada 2 (dua), yaitu :
1)  Visual : menerima tongkat estafet dengan melihat kebelakang dan ini hanya digunakan untuk lari estafet 4 × 400 m.
2)     Non Visual : menerima tongkat estafet tanpa melihat kebelakang, karena jarak yang digunakan terlalu pendek yaitu 4 × 100 m.
d.      Sebuah tim dapat terkena sangsi diskualifikasi secara langsung pada lari estafet 4 × 100 m, apabila dalam melakukakan pergantian tongkat estafet seorang pelari mengambil tongkat yang terjatuh. Namun jika hal tersebut terjadi pada lari estafet 4 × 400 m, maka tim tersebut tidak mendapat sangsi diskualifikasi, hanya beresiko kalah dalam perlombaan.

Minggu, 11 November 2012

Penyebab Kidal

MENGAPA SESEORANG MENJADI KIDAL??

A.       Pengertian Umum
Seseorang dikatakan kidal berarti tangan/kaki kiri lebih aktif untuk melakukan segala aktifitas sehari-hari daripada tangan/kaki kanan. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik/unik  karena seseorang pada umumnya tangan/kaki kanan yang lebih aktif dari pada tangan kiri.
Berdasarkan hasil survei para ilmuwan menyatakan, sekitar 10 % manusia di dunia adalah orang bertangan kidal, sedangkan yang menggunakan tangan kanan dan kiri sama aktifnya hanya 1 % dari populasi orang kidal. Menurut penjelasan Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi., kidal terjadi karena otak kanan seseorang lebih dominan dibanding otak kirinya. Otak kanan itu mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri mengatur tubuh sebelah kanan, apabila seorang lebih nyaman menggunakan tubuh sebelah kiri (termasuk tangan kiri), berarti otak kanannya yang lebih dominan.
Orang yang terlahir dengan tangan kidal yang lebih aktif terkadang dianggap sebagai orang yang cerdas dan lebih artistik, namun juga ada yang beranggapan orang bertangan kidal adalah orang yang canggung. Karena didominasi otak kanan, orang kidal jauh lebih kreatif dibanding orang yang bertangan kanan. Otak kiri fungsinya mengatur hal-hal yang berhubungan dengan logika, sedangkan otak kanan mengatur hal-hal yang abstrak seperti seni, musik, dan emosi. Jadi tidak heran jika banyak musisi, pelukis, dan seniman lain yang bertangan kidal (Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi).

B.       Faktor-faktor Penyebab Seseorang Menjadi Kidal
Orang menjadi kidal dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yang paling dominan adalah faktor internal dari sistem genetik 35 %, dari faktor eksternal / lingkungan 20 %, dan sisanya faktor akibat kecelakaan, bayi yang lahir dari ibu berumur lanjut (40 – 45 th), bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, dan ibu hamil yang mengalami stress berat.
1.      Faktor Internal
Dari faktor internal / genetik dapat dijelaskan kecenderungan penggunaan salah satu sisi tangan diatur oleh sebuah gen yang memiliki sepasang alel (dua manifestasi dari sifat gen di lokasi genetis yang sama). Alel tersebut adalah alel gen D (singkatan dari dextra, bahasa latin yang berarti kanan) yang membawa sifat gen dari individu bertangan kanan. Dan alel yang lainnya adalah alel gen S (singkatan sinistra, berarti kiri).
Jika seorang individu memiliki pasangan alel DD, maka orang tersebut akan bertangan kanan. Ketika individu memiliki pasangan alel DS, ia dapat menjadi individu yang bertangan kanan atau dapat pula bertangan kidal karena kedua alel ini memiliki sifat yang sama kuat dan tidak saling menutupi, jadi tergantung dari pilihan dan kebiasaan individu tersebut untuk menjadi orang yang bertangan kanan atau kidal. Dan yang terakhir, orang yang bertangan kidal adalah individu yang memiliki pasangan alel SS.
Teori ini dapat menjelaskan kenapa kebanyakan orang bertangan kanan. Hal ini dikarenakan alel gen D lebih banyak dijumpai sehingga lebih banyak diwariskan sebagai bagian dari warisan genetis individu. Di sisi lain teori ini juga dapat menjelaskan tentang keberadaan anak bertangan kanan dalam keluarga dengan orang tua kidal dan juga sebaliknya yaitu adanya anak kidal dalam keluarga dengan orang tua bertangan kanan.
Karena, misalnya saja pasangan orang tua yang sama-sama memiliki alel DS (dapat bertangan kanan atau dapat pula kidal) akan memiliki anak dengan 4 kemungkinan kombinasi pasangan alel yaitu DD (bertangan kanan), DS (dapat bertangan kanan atau dapat pula kidal) dan SS (kidal).
2.      Faktor Eksternal
Penyebab seseorang menjadi  kidal dari pengaruh eksternal / luar, lebih banyak diakibatkan dari lingkungan dimana seseorang tersebut tinggal dan beraktifitas sehari-hari yang menggunakan tangan / kaki kiri sehingga menjadi kebiasaan. Dan penyebab lainnya yaitu karena cacat fisik yang mengharuskan menggunakan sisi bagian tubuhnya yang lebih kuat untuk melakukan aktifitas.

C.       Kelebihan dan Kekurangan Seseorang Kidal
1.    Kelebihan
Kelebihan orang kidal dibandingkan orang yang menggunakan tangan kanan, sebagai berikut :
a.       Lebih kreatif karena didominasi otak kanan.
b.      Lebih bagus menulis tulisan Arab.
c.       Lebih baik dalam berpikir, mengembangkan konsep baru, dan sangat inovatif.
2.    Kekurangan
Kekurangan yang dimiliki seseorang yang kidal, yaitu :
a.       Lebih sensitif, cenderung tidak percaya diri.
b.      Lebih rentan terkena penyakit yang berkaitan dengan otak, seperti :
1)   Disleksia merupakan Kesulitan belajar spesifik, berkaitan dengan penguasaan keterampilan dasar seperti mambaca atau mengeja.
2)   Skizofrenia dari bahasa Yunani Scizein (terbelah) dan Phren (pikiran) yaitu penyakit gangguan otak yang dicirikan dengan persepsi yang tidak normal terhadap realitas sehingga menyebabkan halusinasi dan paranoid.
Para ilmuwan menyimpulkan, baik orang yang kidal maupun yang menggunakan tangan kanan dan kiri sama baiknya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi bila anda sudah ditakdirkan untuk kidal terimalah sebagai berkah dari tuhan Yang maha Kuasa. Belajarlah untuk memahami diri dan anggaplah kekidalan sebagai keuntungan dalam hidup. Sebab apa yang bagi manusia sebuah “kekurangan”, Tuhan bisa menjadikannya sebuah “kelebihan”.